Skip navigation

Sosok menteri fenomenal yang sering menjadi berita ini tadinya saya pikir hanya tipikal menteri yang suka cari sensasi dan masalah kerja entahlah bagaimana. Tapi sekarang, saya seperti harus #ngeplak diri saya sendiri karena pernah berpikiran seperti itu.

Sejujurnya, di awal kemunculannya saya memang tidak familiar dengan sosoknya, pluss saya adalah follower dari sejumlah hatersnya pak Dahlan.  Jadi klop. No respect at all dan saya langsung memberikan label ini tanpa melakukan konfirmasi atau riset kecil2an yang biasa saya lakukan dengan bantuan om gugel #SelfKeplakSekaliLagi.

Namun, saya bersyukur.. saya dipertemukan dengan blog nya Pak Dahlan yang benar-benar membuka cakrawala berpikir saya tentang sistem manajemen modern yang sedang dia kerja kerja dan kerja kan di seluruh BUMN di negeri ini.

Saya malu sekali pernah memberikan label jelek untuk pak Dahlan, emang siapa saya?  (ʃ⌣ƪ)

Dari tulisan-tulisannya saya belajar banyak sekali, dan saya yakini sekali dia memiliki niat sangat baik dalam bekerja dan bekerja sama dengan orang lain untuk negeri ini.  Dan alangkah ruginya jika kita tidak bisa memetik pelajaran dari “serial” Manufacturing Hope yang secara konsisten beliau tuliskan setiap minggu.

Seperti saya yang lagi lagi #tertampar untuk kesekian kalinya saat membaca dua alinea dalam Manufacturing Hope 24 berikut ini :

Lantas bagaimana dengan orang-orang hebat yang tidak semuanya bisa masuk tim? Saya akan terus mengamati apakah mereka memang benar-benar hebat. Orang hebat adalah orang yang tetap hebat ketika gagal jadi direksi sekali pun. Orang yang benar-benar hebat adalah mereka yang mementingkan peran melebihi jabatan.

Kalau mereka bisa membuktikan diri tetap hebat dalam suasana duka sekali pun, saya harus memperhatikan orang-orang hebat dengan kepribadian hebat seperti itu: dijadikan direktur di tempat lain! Tapi ketika orang hebat itu tiba-tiba menjadi orang yang frustrasi di saat menjalani ujian hidup, berarti ternyata dia belum benar-benar hebat. Ingat: atasan yang baik adalah atasan yang pernah menjadi bawahan yang baik!

Saya speechless pak.. yang saya tau, Negeri ini beruntung memiliki orang seperti Bapak.

Advertisements

2 Comments

  1. Saya tahu Pak Dahlan sejak menangani Persebaya, ber tret tet ke jakarta….waktu itu saya msh SMA. Saya kagum dgn pola pikirnya. Sejak diangkat jd dirut PLN saya makin getol mengikuti kiprahnya dgn harapan ada perubahan di sistem birokrasi kita….Beliau memang seperti itu sejak dulu. Saya heran sama orang yg menganggap pencitraan. Tapi saya sadar mereka belum kenal Pak DIS.

    • Benar, dan Anda beruntung menjadi orang yang pernah mengenal beliau secara langsung. Saya, dengan membaca tulisannya saja sudah bisa mengagumi, apalagi bila ada kesempatan untuk bertemu. waaah..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: