Skip navigation

Sejak Departemen tempatku bernaung saat ini mengumumkan perihal penerimaan CPNS formasi 2007 senin yang lalu, banyak sekali teman dan kerabat yang bertanya mengenai tips dan trik biar bisa lolos alias keterima. Hmm.. ada juga loh yang nanyain “pasarannya berapa??” deuh.. hare geneeeee masih mau pake jalur belakang????? please deh!!!!

Sedikit membahas mengenai beberapa pendapat mengenai pemikiran “buat apa sih pemerintah harus merekrut pns baru lah wong pns lama aja ga ada kerjanya atau rekrutmen PNS baru: perlukah?“, aku pikir ga sepenuhnya bener juga. Karena bisa terjadi pada satu departemen, beberapa unit kerja bisa ditjen, itjen atau badan, bisa saja kelebihan pegawai tetapi hal ini tidak bisa dijadikan patokan karena bisa terjadi juga di unit kerja yang lain justru merasa sangat kekurangan personil, misalnya akibat cakupan wilayah kerja yang sangat luas sementara personil pendukung kegiatan kerja di unit kerja bersangkutan minim sekali, dan itu terjadi di unit kerjaku saat ini. Bisa dibayangkan, Provinsi NAD yang memiliki 23 kabupaten kota hanya digaungi oleh 16 personil saja dan dalam kegiatan operasional dilapangan, jumlah ini harus dikurangi dengan jumlah tenaga administrasi sebanyak 5 orang. Praktis personil penjelajah pengejar BTS dan pengguna frekuensi hanya 11 orang atau kurang karena yang 11 orang ini sudah termasuk 3 orang PPNS dan Kepala kantor yang tentunya memiliki kesibukan sendiri dengan tupoksi masing-masing. PPNS sibuk dengan penanganan kasus-kasus pelanggaran bidang telekomunikasi dan kepala kantor sibuk mengurusi hal-hal yang tidak aku mengerti hehehe…
Jadi intinya penambahan personil di unit kerja saya itu perlu, dan sepertinya emang penerimaan CPNS tahun ini sudah mengakomodasi hal tsb, hal ini terlihat dari formasi yang dicari memang mayoritas berasal dari latar belakang pendidikan di bidang teknis.

Nah kalau ditanya mengenai tips dan trik ini yang aku bingung harus jawab apa. Kemarin kepada beberapa teman aku cuma bisa jawab, aku ga tau, mungkin saat itu panitianya khilaf nerima aku hehehe…
tapi emang bener sih, soalnya tes kemarin itu waktunya bertepatan dengan acara nikahannya kakakku (waktu tes bertepatan dengan H-1 acara akad nikah si kakak) dan karena itu juga makanya aku ikut tesnya di Medan, bukan Jakarta padahal saat itu aku domisilinya di Jakarta. Dan oleh sebab itu juga saat tes wawancara dan kelengkapan berkas aku harus beberapa kali bolak balik Jakarta-Medan. Ribet lah pokokna…

Hmmm… Mungkin karena perjuangan bolak balik Jakarta-Medan (padahal kondisi keuangan saat itu juga ga berlebih) ini juga yang membuat aku dimudahkan olehNya. Mungkin…

Walaupun begitu, saat ini aku mau coba sedikit sharing pengalaman selama aku mengikuti tes CPNS tahun 2006 yang lalu. Mungkin pembahasan ini akan lebih menjurus kepada apa yang aku lalui tahun lalu atau sistem yang digunakan oleh departemenku saat merekrutku tahun lalu.

Tes penerimaan CPNS biasanya terdiri dari beberapa tahap dan menggunakan sistem gugur. Jadi jika tidak lulus tahap 1 ya tidak berhak ikut tes tahap berikutnya. Tes tahap 1 umumnya adalah tes tulis. Tes tulis biasanya dilakukan 1 hari, terdiri dari 2 bagian yakni tes tulis Pengetahuan Umum dan Tes Potensial Akademik (TPA).

Tes Pengetahuan Umum materinya ga jauh-jauh dari pengetahuan umum kita akan keadaan negara (pelajari dan pahami berita-berita yang sedang hangat), Pancasila (urutan dan maknanya), UUD 45 mulai dari Pembukaan sampai mengenai pasal-pasal nya (umumnya sih yang ditanya pasal 27,28 dst..), Ekonomi (masalah kebijakan-kebijakan pemerintah dan tentu saja pasal 33 UUD’45), Pahlawan Nasional, Nama Bandara di Indonesia, kemampuan Bahasa Indonesia dan mengenai Sejarah bangsa.

Tes Potensial Akademik biasanya menggunakan standar fakultas psikologi UI, bukunya banyak dijual dipasaran. Materinya adalah matematika dasar (urutan bilangan, kubus, himpunan bilangan dll), logika dan pemahaman (misalnya : si A umurnya 8 tahun lebih tua dari si B si B 4 tahun lebih muda dari si C, jika si C saat ini usianya 15 tahun berapakah usia si A dan si B??) Untuk pertanyaan logika kayak gini satu tips yang bisa memudahkan pencarian jawaban adalah dengan menggunakan sistem baris bilangan. Caranya: tarik satu garis bilangan, tentukan satu titik acuan yang dalam soal diatas kita misalkan si C yang sudah diketahui usianya (15 tahun), selanjutnya untuk menentukan usia si B dan si A tinggal maju mundurin aja dari garis bilangan itu. Kayak si B yang lebih muda 4 tahun berati kita mundurin 4, ketemu kan umur si B 11 tahun, lalu si usia si A yang lebih tua 8 tahun dr si B tinggal di majuin aja 8, ketemu deh umur si A 19 tahun. Gampang dan cepat kan? Untuk soal lain yang mungkin lebih sulit tinggal disesuaikan saja. Ini salah satu trik yang aku pakai tahun lalu 🙂 )

Tes tahap kedua adalah tes wawancara. Tahun lalu yang mewawancarai aku 4 orang, satu orang yang lebih dominan mewawancarai ternyata adalah “orang besar” di Direktorat Jendral tempatku bernaung (atau bisa dikatakan calon user ku saat itu). Tes wawancara ini menggunakan bahasa inggris. Pertanyaan nya seputar teknis dan pendalaman pribadi kita. Pertanyaan teknisnya berupa penjelasan mengenai Tugas Akhir yang pernah kita buat, pengetahuan umum mengenai seluler, wireless, frekuensi radio dan teknis perizinan frekuensi (dari sini udah ketahuan bakal ditempatin di Ditjen manakah kita nantinya). Untuk pertanyaan pendalaman pribadi lebih ditekankan pada kesiapan kita menjadi seorang PNS, kesediaan kita menerima gaji yang kecil, pekerjaan yang banyak dan penempatan yang entah dimana. Nah kalo yang ini kayaknya pewawancaranya dari biro kepegawaian, jawaban dan pertanyaannya menggunakan bahasa Indonesia. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari biro kepegawaian ini sebaiknya rileks dan satu tips nya adalah jadilah diri sendiri, katakan tidak kalau memang tidak mau. Tahun lalu aku ditanya apakah aku bersedia ditempatkan di Papua? dengan tegas aku bilang aku tidak mau, karena alasan Papua itu sangat jauh dari kota kelahiranku dan keluargaku, mengingat aku termasuk anak tertua dan harus menjaga orang tua dan adik-adikku sejak ayahku meninggal. Sekali lagi, just be yourself!!.

Setelah tes wawancara, seluruh peserta yang dinyatakan lulus tes wawancara diwajibkan membuat sebuah tulisan atau paper mengenai job desk yang dilamar. Karena kemarin aku daftar untuk posisi penganalisa gangguan frekuensi radio, dipaperku itu aku membuat tulisan mengenai pengalamanku saat kuliah saat menjadi bagian dari berdirinya radio ilegal hasil karya anak kos an yang super kreatif dengan peralatan rakitan dan numpang frekuensi hehehe… lucu juga kalo ingat masa-masa itu..

Jika sudah dinyatakan lulus dalam 2 tahapan itu, selanjutnya bisa dikatakan kita sudah lulus seleksi karena tahap berikutnya adalah mengurus kelengkapan berkas. Lengkapin deh tuh mulai dari kartu kuning, SKCK, surat dokter, Akta Kelahiran, Ijazah dari SD sampe ijazah terakhir, pas foto dan syarat2 lainnya. Setelah itu tinggal menunggu waktu pengumuman dimanakah kita akan ditempatkan. Setelah itu bergabunglah dengan unit kerja yang sudah ditetapkan dan selamat menikmati masa-masa menjadi CPNS selama setahun. Nikmati masa-masa prajabatan yang oleh sebagian orang dijadikan ajang cari jodoh dan menambah koneksi. Setahun menjadi CPNS itu menyenangkan kok… ga percaya?? makanya cobain!!! hehehe…

Satu lagi, saat mengerjakan tes tulis sebaiknya jangan terlalu ngoyo. Jangan terpaku dengan satu soal yang kita ga bisa, kalo emang sulit ditinggal aja karena waktu pengerjaannya sedikit sekali sementara soal yang diujikan banyak. Contoh-contoh soal tes cpns bisa diunduh disini

Semoga sedikit sharing pengalaman pribadi ini bisa menjadi masukan dan motivasi buat teman-teman yang ingin mengikuti tes CPNS tahun ini. Semoga….

Advertisements

12 Comments

  1. hmmmm…ternyata adhe sudah welcome ma PNS nya…mantab dhe…

  2. thanks mbak …

  3. Jadi inget waktu tes PNS LIPI dulu..seru lho, walo akhirnya gugur juga hehehe

  4. Ass,
    Salam Kenal to Adhe..
    Thxs banget infonya.. Blog kamu inspiring aku yang saat ini lagi confuse dengan sistem kerja di sebuah departemen pemerintahan (masih CPNS ni ceritanya)..
    Btw boleh dong, bagi2 pengalaman waktu prajabatan buat persiapan. He2.. Thxs

  5. @ Novi
    Salam kenal juga…
    pengalamanku selama prajabatan bisa dibaca-baca disini

  6. kok pas gw print gak bisa ya?? kenpa ya??

  7. kok pas gw print gak bisa ya?? kenpa ya??

    apanya yang ga bisa di print??

  8. halo org Postel…

  9. aku juga akan menjadijadi.

  10. koq aku g bsa download ya

  11. suwun


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: