Skip navigation

“Jika Ramadhan dimulai pada hari Kamis, biasanya lailatul qadar ada pada malam ke-25 Ramadhan”

Sudah dua kali pernyataan itu aku dengar saat mengikuti kultum tarawih di 2 mesjid yang berbeda. Yang ada di kepalaku saat itu adalah, trus baru mau lebih bergiat di malam 25 gitu?? sama Allah kok itung-itungan sih, terserah Allah dong mau nurunin lailatul qadar di hari keberapa, bukannya kalo Allah sudah bilang Kuun… maka terjadilah…

Lagipula, bukannya sudah diingatkan oleh Allah kalo lailatul qadar ada pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir? ya berjuanglah di 10 malam terakhir itu, jangan cuma dimalam 25 aja.. susah? ga juga, semua tergantung niat, asal ikhlas insyaallah dimudahkan, syukur-syukur kalo diridhoi, karena emang itu kan yang kita cari?? 🙂

OOT: mencari tempat untuk I’tikaf buat akhwat di serambi mekah ini ternyata jauh lebih sulit daripada di Ibukota Jakarta. Uuh… jadi kangen sama MASK dan Mesjid Bimantara 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: