Skip navigation

Semalam pesiar Ramadhanku berlabuh ke Mesjid Raya Baiturrahman.

Komposisi reviewnya masih sama kaya’ yang kemarin ya… ini dia..

Siapa yang tidak kenal dengan mesjid yang satu ini, mesjid yang sudah teruji kekokohannya, mesjid yang masih tegak berdiri walau telah diguncang badai tsunami. Mesjid yang terletak di pusat kota Banda Aceh ini adalah mesjid kebanggaan masyarakat Aceh. Mengenai kapasitas, mesjid yang dibangun tahun 1612 ini mampu menampung sekitar 10.000-13.000 jemaah. Akan tetapi dalam suasana ramadhan seperti ini, mesjid raya jadi terasa sangat kecil karena jemaah tidak tertampung semua didalam mesjid hingga harus rela sholat dihalamannya yang memang cukup luas. Untuk fasilitas mesjid tidak usah diragukan lagi karena semuanya terawat dengan baik. Tempat wudhu terjangkau tidak jauh dari mesjid. Satu-satunya hal yang paling tidak aku suka dari mesjid ini adalah polisi syari’at yang terlalu ribut mengurusi hal-hal yang tidak penting (menurutku). Pake toa pula, bikin rusak suasana kekhusyukan jemaah aja.

Ada dualisme sistem untuk jumlah raka’at sholat di Mesjid ini yakni 11 raka’at dan 23 rakaat (masing-masing termasuk witr 3 raka’at). Jadi bagi jema’ah yang ingin sholat 23 raka’at, pada rakaat ke 8 harus keluar dari shaf terlebih dahulu karena setelah raka’at ke 8 akan ada witr 3 raka’at. Setelah itu, jema’ah yang akan sholat 23 raka’at masuk lagi kedalam shaf untuk melanjutkan sholatnya (tentu saja dengan imam yang berbeda). Seluruh jema’ah sepertinya sudah paham dengan sistem ini sehingga tidak ada kegaduhan saat switch dari witr ke tarawih lanjutan.

Materi ceramah semalam disampaikan oleh bapak wakil gubernur NAD, isinya masih seputar keutamaan bulan ramadhan dan motivasi mendapatkan syafa’at dibulan ramadhan ini. Ceramahnya singkat dan tidak berbelit-belit. Pesannya nyampe, good..

Bacaan imam sangat bagus, tidak usah diragukan lagi. Dan poin plus nya, saat witr surah-surah yang dibacakan sesuai keinginanku yaitu surah Al-A’la pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada raka’at kedua dan berturut-turut surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas pada raka’at ketiga.

So, mesjid ini sangat layak diberi nilai : *****

Advertisements

One Comment

  1. Hm.. aku baru tahu ada klo ada satu mesjid dng dualisme kayak gini. Pengen euy ngrasain sholat disitu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: