Setelah lama mikir bikin enggak bikin enggak, akhirnya keputusan pun diambil. BIKIN!
Abis sekarang apa-apa sukanya mensyaratkan NPWP, mau ambil kredit di bank minta NPWP mau buka usaha minta NPWP. Pokoknya NPWP ga bisa ditawar lagi, harus punya makanya harus bikin.
Sebelum memutuskan untuk bikin NPWP dan datang ke kantor Pajak, sempat googling mencari tau prosedur pembuatannya. Ya.. kali-kali aja suasananya bakal ga jauh beda sama kantor polisi yang (biasanya) penuh dengan calo yang (katanya berniat baik) bantuin untuk ngurus SIM. Hasilnya, disini dikatakan bahwa persyaratannya adalah:
- Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan :
- Fotokopi KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor - Untuk WP Orang Pribadi Usahawan :
- Fotokopi KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor;
- Fotokopi Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. - Untuk WP Badan :
- Fotokopi akte pendirian;
- Fotokopi KTP salah seorang pengurus;
- Fotokopi Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang - Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong :
- Fotokopi surat penunjukan sebagai bendaharawan;
- Fotokopi tanda bukti diri KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. - Apabila WP pemohon berstatus cabang, maka harus melampirkan fotokopi kartu NPWP atau Bukti Pendaftaran WP Kantor Pusatnya. Apabila permohonan ditandatangani oleh orang lain, perlu dilengkapi surat kuasa.
Fotokopi sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WPtersebut di atas harus disahkan oleh Petugas Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran dilakukan melalui pos, maka fotokopi harus disahkan oleh pejabat/instansi yang berwenang.
Hmm… sebagai orang pribadi/non usahawan ternyata syaratnya tidak sulit. Bahkan di website nya disebutkan bahwa untuk pengurusannya tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.
Berbekal pengetahuan hasil googling itu, akhirnya siang tadi aku pun melangkahkan kaki ke kantor pajak. Itung-itung cari pengalaman… Fyi, ini adalah pertama kalinya aku ke kantor pajak. Suasananya lebih mirip bank atau customer service operator seluler (yah standarnya pusat pelayanan gitu deh), jadi begitu masuk langsung diberikan nomor antri dan selanjutnya nunggu sampai nomor antrian kita dipanggil. Buat yang ga mau repot, bisa registrasi online disini.
Setelah nomor antrian ku dipanggil dan aku menanyakan mekanisme pengurusan NPWP, lalu aku diberikan form yang harus diisi. Kata si Bapak, untuk orang pribadi/non usaha seperti aku yang diperlukan hanya fotocopy KTP dan fotocopy SK terakhir (sepertinya ini syarat khusus untuk pns). Sampai sini prosedurnya bisa dikatakan gampang dan sesuai dengan ketentuan.
Oiya, ada yang lucu… jadi ceritanya aku iseng nanya waktu yang dibutuhkan sampai si NPWP bisa aku terima (di websitenya dikatakan 1 hari). Tapi sama si Bapak yang salah mengartikan pertanyaanku dijawab dengan “tidak dipungut bayaran seperserpun bu”, lah.. aku yang bingung, pertanyaan nya apa dijawab apa… kemudian pertanyaannya aku ulang dan masih dijawab sama plus penjelasan mengenai pelayanan publik yang emang seharusnya digratiskan. Hayyyah si Bapak makin ngaco, kalo itu saya juga tau pak.. Lalu aku coba ulangi lagi pertanyaan ku dengan kata perkata yang diatur jedanya dan volume dinaikkan satu level…
“Bapak Maaf jika semua berkas ini sudah saya siapkan, kapankah NPWP nya bisa saya terima???”
dan alhamdulillahirobbiil’alamin, akhirnya si Bapak mengerti pertanyaanku dan dijawab diplomatis, “jika besok pagi ibu menyerahkan berkasnya, setelah istirahat siang NPWP nya bisa langsung diambil”
fiuuh…
Syukurlah… ceramah mengenai pelayanan primanya akhirnya bisa aku cut dengan baik. Bapak maaf ya… saya juga pendukung pelayanan prima dan menolak suap dari pelayanan publik. Tapi saya emang lagi males banget diceramahi.. mungkin ini efek PMS pak.. sekali lagi maafkaan….
so?
pesan moral dari cerita ini adalah…
kamu punya penghasilan tapi tidak punya NPWP? Apa kata dunia?
hehehe…
piss aaah….
UPDATE 20080623
Mulai tahun 2009, pemerintah akan menggratiskan biaya fiskal untuk penerbangan dan pelayaran luar negeri bagi warga negara berusia 21 tahun keatas yang memiliki NPWP. Sedangkan bagi yang berusia 21 tahun juga akan digratiskan biaya fiskalnya jika dapat menunjukkan NPWP orang tua ybs. What a good news!!

walah…dari kata-kata anda kok kayaknya sinis banget deh…emang dah kewajiban kita sebagai warga negara yang baik kan bikin NPWP,itu merupakan tanggung jawab kita kepada negara, terlepas dari seperti apa “pemerintahnya” dan menurutku penjelasan org kantor pajak tuh bagus,jangan anda sinis gitu..harus kita hargai donk…
By: mr.goenx on June 15, 2008
at 09:51
Kayaknya aku ga ada bilang penjelasan si Bapak ga penting deh, secara aku juga pns yang (juga) memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Nah yang ga pas itu adalah waktunya…
Gitu loh pak…
By: adhe on June 16, 2008
at 08:54
Lebih baik telat daripada gag ada sama sekali khan dhe…..
*Audi*
By: Audi Rahardian on October 22, 2008
at 14:41
@audi
betol betol betol *ipin upin mode on*
By: adhe on October 22, 2008
at 14:45
Gimana utk pengangguran yah? Yg penghasilannya ga menentu, bisa makan tiap hari aja udah bagus, NPWP perlu ga buat orang spt itu?
By: Jaki on October 30, 2008
at 08:08
Berarti tiap bulan harus ke kantor pajak untuk lapor?
By: wofl on November 9, 2008
at 20:11
bukan tiap bulan tapi tiap tahun pak..
ambil formulir yang harus diisi antara bulan januari-maret
By: adhe on November 10, 2008
at 09:20
saya mau ngurusin npwp dech
By: ibrahim on November 16, 2008
at 15:05
Apakah smua pns hrs punya npwp bgmana yg gol. 2 ke bwh
By: Aryo on December 16, 2008
at 13:45
Saya pikir begitu, karena pns yang tidak memiliki npwp akan dikenakan pajak 20% lebih besar dari yang telah memiliki npwp.
Dihapuskannya fiskal bandara untuk bepergian ke luar negeri salah satu nilai lebih bagi pemilik npwp, termasuk PNS golongan berapapun itu.
By: adhe on January 30, 2009
at 16:24
ak kmrn brusan ngurus npwp untuk wilayah surabaya. syaratnya gampang bgt cuma ktp aja, asal wilayah kecamatan sesuai dgn kantor pajaknya
By: ri4lin on April 14, 2009
at 18:48