Setelah PLN, sekarang giliran PDAM yang mengulah (hmm… PLN masih mengulah anyway…)
Sabar dan rela bangun lebih awal demi menampung air yang baru nyala jam 4 pagi (fyi, disini subuh jam setengah 6) ternyata tidak cukup karena sudah 1 minggu ini air bersih yang disuplai dari PDAM Tirta Daroy Banda Aceh ke kontrakanku mati total. Tidak ada permintaan maaf, tidak ada pemberitahuan, tidak ada konfirmasi apalagi kompensasi.
Beberapa hari lalu, perwakilan dari kontrakan sudah menanyakan langsung ke PDAM dan hanya diberikan informasi sedang ada kerusakan disuatu tempat, saat ini sedang dalam perbaikan lalu dijanjikan maksimal hari selasa kondisi akan menjadi seperti semula (baru nyala jam 4 pagi).
Tapi.. ini sudah hari rabu dan masih belum jalan.
Emang rentang waktu seminggu masih kurang ya untuk melakukan perbaikan?? kalau emang iya, apa susahnya sih buat pengumuman di koran? atau apa mungkin kondisi seperti ini dianggap hal wajar dan biasa? ga penting gitu? trus apa ga kasihan liat masyarakat jadi sulit? atau apa mungkin mereka lupa atau sebegitu begonya hingga ga tau kalau air itu adalah kebutuhan vital manusia manapun di bumi ini?
*tarik napas panjaaaang*
Sepertinya aku masih harus pasang muka tebal buat numpang mandi+buang air+wudhu+nyuci dan kegiatan lain yang menggunakan air ke rumah depan yang alhamdulillah punya sumber air yang bersih dan lancar, tidak seperti sumur di kontrakan yang kuning (bahkan sekarang menjadi hitam) asin dan bau comberan….
